Cara Menghitung Jumlah kebutuhan Bata Ringan untuk Dinding Bangunan

Menghitung jumlah kebutuhan bata ringan – Bata ringan atau hebel adalah material untuk dinding bangunan yang sedang populer. Banyak orang awam yang bertanya bagaimana cara menghitung jumlah kebutuhan bataringan untuk dinding bangunan ? 1 kubik bata ringan/ hebel berapa meter persegi ? dan masih banyak lagi. Biasanya mereka membanding dulu antara bata ringan dengan batu bata merah karena belum banyak orang yang mengenal dan menggunakan bata ringan / hebel.

Sebelum membangun rumah sebaiknya anda harus mengerti cara menghitung kebutuhan bata ringan, karena ini sangat penting. Dengan mengetahui cara ini kita bisa membuat gambaran berapa jumlah bata ringan yang akan dibeli. Bata ringan sebenarnya sudah lama popular di dunia proyek. Namun akhir-akhir ini banyak rumah tinggal 2 lantai yang menggunakan bata ringan sebagai dinding karena beratnya yang ringan sehingga mengurangi beban konstruksi.

Cara perhitungan volume material ini sedikit berbeda dengan cara menghitung jumlah bata merah pada dinding. Untuk memasang bata ringan dibutuhkan mortar atau semen instan sebagai perekatnya, karena tidak seperti bata merah yang menggunakan adukan campuran semen dan juga pasir.

bangunan 2 lantai pakai bata ringan

Nah, di artikel ini Ilmubanguan akan sedikit mambahas tentang cara menghitung jumlah kebutuhan bata ringan untuk dinding bangunan.

Hal ini tentu dapat menjadi pembelajaran atau informasi bagi anda yang sedang atau ingin membangun atau merenovasi rumah, ruko, apartemen, kos-kosan dan lain-lain.

Baca Juga : Beginilah Cara Menyimpan Cat Tembok yang Benar

Kenapa Harus Menggunakan Bata Ringan Untuk Dinding ?

Memang harga bata ringan lebih mahal dibandingkan dengan bata merah, akan tetapi karena ukuran yang perisi, ukuran yang lebih besar dari bata merah yang menjadikan pekerjaan jadi cepat dan juga beratnya ringan menjadi primadona bagi tukang bangunan. Ukuran yang biasa di jumpai di toko ada 2 yaitu : panjang 60 cm, lebar 20 cm, tebal  10 cm dan satunya lagi panjang 60 cm, lebar 20 cm dan tebal 7,5 cm. Jadi yang membedakan hanya tebalnya saja.

Untuk mendapatkan bata ringan sekarang sangat mudah, toko bahan bangunan di daerah juga udah pada menyediakan. Tugas selanjutnya adalah teliti dalam membeli, trus bagai mana mengetahui bata ringan yang bagus?

Ciri bata ringan yang bagus adalah dilihat bentuknya yang utuh tidak pecah dan warnanya yang putih jika di masukan kedalam air akan mengapung. Bata ringan dibagi menjadi 2 jenis yaitu AAC  yang dibuat menggunakan teknologi moderen dan CLC yang dibuat manual atau home industri. Sebaiknya pilih yang AAC karena kualitas udah SNI dan lolos uji laboratorium.

Cara Pemasangan Bata ringan

Untuk memasang bata ringan tidak bisa menggunakan semen biasa , melainkan menggunakan semen khusus bata ringan atau mortar sebagai perekatnya. Untuk 1 zak mortar berat  40 kg kurang lebih bisa untuk 10 meter persegi luas dinding dengan ketebalan 3 mm.

Baca Juga : Langkah Sederhana Pasang Plafon Gypsum Sendiri

Cara Menghitung Jumlah Kebutuhan Bata Ringan 

Sebelum kita menghitung jumlah kebutuhan bata ringan untuk dinding sebaiknya kita mengetahui :

  • 1 kubik bata ringan = 83 buah untuk ukuran 10 cm dan
  • 1 kubik  bata ringan = 111 buah untuk ukuran 7,5 cm
  • Satuan ukuran bata ringan menggunakan kubikasi.
  • Selanjutnya adalah kita perlu mengetahui kebutuhan batar ingan tiap 1 meter persegi dinding. Caranya adalah 1 meter persegi dibagi ukuran panjang x lebar hebel. = 1:(0,2×0,6) = 1:0,12 = 8,3 buah

Sebagai ilustrasi saya ingin memberiakan contoh. Jika kita mempunya ruangan dengan panjang 6 m, lebar 5 meter dan tinggi dinding 3 meter berapa jumlah kebutuhan bata ringan yang harus dibeli?

Dijawab :

  • Keliling bangunan = 2 x ( panjang = 6 m + lebar = 5 m)

=  22 meter

  • Setelah itu kita mencari luas = 22 m x tinggi dinding 3 m

= 66 meter 2

  • Mencari kebutuhan bata ringan = 66 m2 x 8, 3 (jumlah hebel per meter 2 )

= 549,7 buah

  • Jika di konversi ke kubik = 549, 7 x 83 buah (ukuran bata ringan 10 cm)

= 6, 6 kubik

 

Pada hitungan diatas saya konversi terlebih dahulu ke satuan kubik (m3) karena memang di dunia proyek untuk memesan bata ringan ke supplier harus dengan satuan kubikasi. Karena supplier juga memberikan harga per kubik. Mungkin cara menghitung kebutuhan bata ringan di atas bisa menjadi pengetahuan buat teman-teman sedikit gambaran cara menghitung jumlah kebutuhan bata ringan. Kalau masih ada yang kurang jelas silahkan komen dibawah.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *