Ide Bisnis : Menjadi Supplier Bahan Bangunan

Menjadi Supplier Bahan Bangunan – Usaha yang berkaitan dengan Properti akhir-akhir ini memang banyak diminati, selain bisa untuk investasi masa depan  hal ini juga menguntungkan bagi pelaku usaha yang berkaitan dengan properti. Misal anda menjadi pengusaha dalam supplier bahan bangunan, kontraktor, developer properti, pemborong dan masih banyak lagi. Tapi pada pembahan kali ini akan fokus pada pembahasan supplier bahan bangunan.

supplier bahan bangunan

Kenapa harus menjadi Supplier bahan bangunan?

Coba sekarang anda jalan-jalan di sekitar kota anda pasti setiap ada lahan kosong pasti tidak lama lagi akan berubah menjadi bangunan ataupun rumah. Kok bisa seperti itu? alasannya adalah karena Rumah sudah menjadi kebutuhan pokok manusia setelah pakan dan sandang. Dampak dari itu banyak orang yang menjalankan usaha toko bangunan, coba hitung berapa toko bangunan di sekitar tempat tinggal anda? Banyak bukan. Hehehe.

Banyaknya orang yang menggeluti bisnis toko bangunan pertanda peluang usaha ini cukup bagus, karena ada demand dan tugas seorang supplier bahan bangunan adalah supply bahan bangunan yang menjadi kebutuhan toko bangunan seperti : paku, cat, genteng, pipa, semen, besi beton, keramik dll.

Menjadi Supplier bahan bangunan memang membutuhkan modal yang tidak sedikit, akan tetapi menjalankan usaha ini berputan uang tergolong cepat jadi anda bisa balik modal dengan cepat. Dengan catatan anda harus sabar dan telaten menjalani bisnis ini.

Baca juga :

Cara Memilih Besi Bangunan Berkualitas Tinggi

7 Tips Bangun Rumah Murah Berkualitas dan Sederhana

Untuk menjalankan bisnis supplier bahan bangunan gak boleh asal dan nekat, semua hal harus dipersiapkan dengan matang-matang. Tentu saja anda harus memiliki tips dan trik agar menjadi supplier bahan bangunan yang SUCCESS.

Cara Menjadi Supplier Bahan Bangunan

 

  1. Modal utama menjalankan Bisnis supplier bahan bangunan adalah kenalan atau relasi. Jadi kita harus menjaga hubungan yang baik dengan pemilik toko bangunan

 

  1. Mutu bahan bangunan yang dijual harus berkualitas dan terjaga dan berikan harga yang spesial, potongan harga, hadiah pada mitra toko bangunan anda. Agar pelanggan tidak berpaling kepada distributor bahan bangunan lain.

 

  1. Pengiriman barang harus tepat waktu. Permasalahan yang sering terjadi dilapangan adalah kontraktor sangat bawel mengenai ketepatan waktu. Bagi mereka, dengan adanya keterlambatan material bahan bangunan tersebut menyebabkan pengerjaan proyek akan semakin lama, imbasnya biaya yang ditanggung perusahaan semakin besar.

 

  1. Undanglah beberapa pemilik toko bahan bangunan, developer properti, kontraktor, pemborong dan juga rekan bisnis lainnya saat me-louncing bisnis anda dengan sukuran kecil-kecilan. Hal ini bertujuan supaya bisnis anda dikenal banyak orang.

Jangan lupa untuk membuat Sistem Informasi Penjualan dan Pembelian untuk mencatat semua laporan ketika bisnis ini mulai jalan. Catet semua laporan keuangan Hutang Piutang, Cash Flow, dan Laporan Laba Rugi. Rekrut beberapa sales untuk membantu pemasaran. Tugas dari sales adalah memasarkan barang bahan bangunan sekaligus merangkap collector uang dari pelanggan toko nantinya. Jadi pilihlah orang yang jujur dan amanah.  Sebab tagihan toko  kebanyakan jumlahnya tidak sedikit, bisa mencapai puluhan juta. Biasanya kalau seseorang sudah membawa uang dalam jumlah bayak, ada kecenderungan akan lupa dan gelap mata, jadi harus hati-hati memilih sales.

Karena salah satu faktor kesuksesan suatu bisnis adalah pada marketing dan juga pengelolaan keuangan yang rapih. Gimana? Apakah anda masih ingin menjadi supplier bahan bangunan ? jika ada pertanyaan atau tambahan silahkan komen di bawah ini.

 

 

 

 

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *