Menghitung Harga Borongan Bangunan Per Meter

harga borongan bangunan per meter

Cara Mudah Hitung Harga Borongan Bangunan Per Meter – Apabila anda ingin atau hendak membangun rumah, ruko, ataupun toko terdapat 2 pilihan. Pertama membangun dengan sistem harian atau sistem borongan. Masing-masing memiliki kelebihan dan juga kekurangan. Pada pembahasan ini penulis fokus menerangkan sistem yang ke 2 yaitu menghitung harga borongan borongan per meter. Langkah pertama adalah anda mengukur luas area bangunan yang akan dibangun dengan cara menghitung panjang dan lebar. Kemudian dikalikan dengan harga borongan bangunan per meter persegi.

 

Menghitung Harga Borongan Bangunan Per Meter

Contohnya kita akan membangun rumah kualitas standar dengan ukuran 6 m x 12 m yang berarti luas bangunan = 6 x 12 = 72 m2.
Dari data diatas kita dapatkan ongkos borong tenaga + material untuk rumah standar adalah 2,5 jt.

Jadi total biaya yang harus kita keluarkan sebesar : 72 m2 x 2,5 jt = Rp 180.000.000

Selain itu ada juga harga borong per m2 berdasarkan item per pekerjaan.

Contohnya borong plesteran dinding keramik lantai Rp 20.000 per meter dan masih banyak lainya.

 

Baca Juga : cara menyimpan cat tembok yang benar

Rumah itu dikatakan mahal atau murah itu tergantung spesifikasi bangunan,

apakah kelas standar, menengah atau mewah, tergantung juga jenis bangunannya apakah itu rumah tinggal, ruko, pabrik atau yang lainnya.

Adapun faktor lain yang juga mempengaruhi yaitu anggaran biaya (RAB) seperti waktu dan lokasi.

Secara umum harga borongan bangunan per meter persegi itu bisa diuraikan sebagai berikut :

Rumah kualitas standar

  • borongan upah + material = Rp 2.500.000, per m2
  • borongan upah = Rp 800.000, per m2

Spesifikasi yaitu pondasi batu kali, dinding batu bata finish plester aci, lantai keramik kualitas bisa, plafond gypsum rangka kayu atau hollow, atap genteng rangka baja ringan atau kayu.

Rumah kualitas menengah

  • borongan upah + material = Rp 3.500.000, per m2
  • borongan upah = Rp 1.000.000, per m2

Spesifikasinya hampir sama dengan rumah standar, hanya saja kualitas bahanya dipilih yang lebih baik, misalnya dalam hal memilih keramik untuk lantainya bisa pakai yang ukuran lebar 60cm x 60cm sehingga harga lebih mahal.

Rumah kualitas menengah

  • borongan upah + material = Rp 4.500.000, per m2 sampai tak terhingga tergantung kualitas bangunannya.
  • borongan upah = Rp 1.500.000, per m2

Ini bisa dibilang golongan bangunan yang serba mewah, sebagai contoh lantai memakai granit atau marmer, dinding ditempel dengan batu alam, terdapat berbagai ornamen kayu dan beberapa pilihan lain yang menyebabkan rumah tersebut menjadi tinggi biaya pembangunannya.

Demikian adalah gambaran harga borongan bangunan per meter rumah, nilai pastinya bisa kurang atau lebih, itu hanyalah gambaran saja, karena harga tukang setiap daerah berbeda-beda. Yang membedakan adalah kualitasnya, yaitu material apa yang dipakai, seberapa sulit bangunan yang akan dibangun, waktu pelaksanaan serta dimana lokasi pembangunannya.

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *